Ganyong, Tanaman Lokal yang Berpotensi Jadi Bahan Pangan Alternatif

Ilustrasi tanaman ganyong (Istimewa)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Rabu, 7 September 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Pada tahun 1984, Indonesia pernah mencapai swasembada pangan. Namun hal ini hanya berlaku pada beras saja, sedangkan produksi beras sendiri mengalami naik turun.

Padahal masih banyak tanaman lokal lain yang berpotensial dijadikan bahan pangan, salah satu diantaranya yaitu ganyong.

Siapa yang menyangka, dahulu tanaman pangan lokal bernama latin Canna edulis ini pernah berjaya. Di Indonesia sendiri, nama ganyong sangat beragam.

Ada yang menamakannya laos jambe, lumbong, nyindro, senitra, laos mekah, buah tasbeh, midro (Jawa) dan ubi pikul (Sumatera), banyar dan manyor (Madura).

Spesifikasi ganyong

Ganyong sendiri merupakan tumbuh liar di tegalan sebagai tanaman sela. Habitatnya adalah tanah yang lembab dan naungan serta dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian 2.500 m dpl.

Jenisnya ada dua yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong merah dicirikan dengan warna batang, daun dan pelepahnya yang berwarna merah atau ungu.

Sementara ganyong putih memiliki warna batang, daun dan pelepahnya hijau dan sisik umbinya kecoklatan.

Habitat dan persebaran

Pada dasarnya ganyong bukan tanaman asli Indonesia, melainkan dari pegunungan Andes, Amerika Selatan. Tanaman ini masuk ke Tanah Air karena dibawa oleh bangsa Portugis.

Di Indonesia, ganyong dapat ditemukan dari Sabang sampai Merauke, terutama di Pulau Jawa, Bali, Jambi, dan Lampung. Daerah sentra ganyong di Indonesia ada di Jawa Tengah (Klaten, Wonosobo, Purworejo), Jawa Barat (Majalengka, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Garut, Subang, dan Karawang), dan Jawa Timur (Malang dan Pasuruan).

Kandungan dan manfaat ganyong

Setiap 100 gram ganyong mengandung:

  • Air 75 gram
  • Protein 1 gram
  • Lemak 0,1 gram
  • Karbohidrat 22,6 gram
  • Ca 21 miligram (mg)
  • Posfor 70 mg
  • Zat besi 20 mg
  • Vitamin B 0,1 mg
  • Vitamin C 10 mg

Semua kandungan tersebut, membuat tanaman ini memiliki potensi jadi tanaman pangan, pengganti beras untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok. Hal ini juga didukung dengan ketahannya terhadap hama dan kekeringan.

Bagian yang sering dimanfaatkan dari tanaman ganyong adalah bagian umbinya. Umbi ganyong dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi.

Baca Juga: Ganyong, Tanaman Lokal yang Berpotensi Jadi Bahan Pangan Alternatif
Kementan Lakukan Penanaman di Lahan Food Estate Kalteng Bulan Ini

Dari kedua jenis ganyong yang telah disebutkan diatas, ganyong putihlah yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, baik dengan cara dikonsumsi langsung umbinya maupun diolah menjadi tepung ganyong.

Namun sayangnya, hingga kini budidaya ganyong belum dikembangkan dengan maksimal. Hal ini dikarenakan banyak petani yang menganggap ganyong kurang memiliki nilai ekonomis sehingga tidak banyak yang mau membudidayakannya. Oleh karena itu, diperlukan usaha secara serius dan intensif guna meningkatkan produksi ganyong.