Mengenal Perbedaan Nutrisi Sorgum, Gandum dan Hanjeli

Ilustrasi sorgum, hanjeli dan gandum (Pxhere)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Kamis, 8 September 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Sorgum, hanjeli dan gandum adalah bahan pangan. Ketiganya sama-sama menjadi sumber karbohidrat dan memiliki kandungan gizi cukup lengkap yang baik untuk tubuh. Dirangkum dari laman litbang pertanian, berikut perbedaan dari tiga makanan pokok ini.

Perbedaan sorgum, hanjeli dan gandum

1. Sorgum

Pada dasarnya, sorgum adalah bahan pangan mengandung gizi dasar yang tidak beda jauh dengan serealia lainnya. Tanaman ini kaya akan protein, bahkan jumlahnya lebih banyak dari jagung.

Meski begitu protein yang dimiliki sorgum masih lebih rendah dari gandum dan hanjeli. Namun sorgum memiliki keunggulan, seperti pengembangan budidayanya lebih mudah karena dapat tumbuh pada lahan sub-optimal.

Selain itu sorgum juga mengandung senyawa antioksidan mendukung diversifikasi pangan fungsional (food functional). Bahkan karakter fisikokimia tepung sorgum dapat mensubtitusi tepung terigu hingga 70% sehingga berpotensi menggantikan gandum sebagai bahan olahan.

Keunggulan lainnya yaitu dapat dijadikan bahan baku industry gula dan bioetanol (sorgum manis). Belakangan ini, telah dihasilkan beberapa varietas dari sorgum untuk bahan pangan dengan kandungan tanin yang rendah.

2. Hanjeli

Mendengar nama hanjeli, mungkin masih asing bagi sebagian orang. Pasalnya bahan pangan ini memang masih kurang dikenal masyarakat dan kurang terekspos. Padahal, kenyataannya tanaman ini mengandung gizi yang relatif lebih tinggi dibanding sorgum loh.

Hal ini dapat dilihat dari kandungan lemaknya, yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan sereal lain seperti sorgum dan gandum.

Namun pengolahannya dalam penyosohan agak sulit karena biji ukurannya relatif lebih kecil dibanding sorgum dan gandum.

Meski begitu beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat. Hanjeli biasanya dijadikan sebagai bahan olahan diantaranya campuran beras, bubur dan oatmeal.

Hanjeli merupakan rumpun setahun, yang memiliki rumpun banyak, serta batang tegak dan besar, mencapai tinggi 1-3 meter.

Keberadaannya kini telah menyebar luas di daerah iklim kering, basah, lahan kering maupun lahan basah, seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa.

3. Gandum

Dari dua jenis sereal diatas, nama gandum memang yang paling terkenal. Banyak masyarakat yang juga telah mengonsumsi panganan ini.

Gandum memiliki keunggulan sendiri, sebab protein yang dikandung di dalamnya jumlahnya tinggi dibanding sorgum, hanjeli dan jagung.

Menurut penelitian, protein yang di milikinya memiliki karakter fisikokimia spesifik dengan kandungan gluten yang tidak dimiliki serealia lainnya.

Gluten adalah senyawaan gliadin dan glutenin yang menghasilkan sifat elastisitas adonan yang baik, menjadikan pengembangan volume yang prima untuk olahan seperti rerotian dan cake.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Nutrisi Sorgum, Gandum dan Hanjeli
Soal Kedelai Impor, Pakar UGM: Indonesia Butuh Subsitusi Kedelai

Namun sayang, pengembangan gandum di Indonesia saat ini cukup terkendala. Hal ini dikarenaka ketersediaan lahan dengan suhu dingin yang hanya ditemui pada daerah ketinggian saja.

Ditambah lagi persaingan gandum dengan tanaman hortikultura lainnya menyebabkan budidaya gandum masih sulit dilakukan di negeri kita.

Video Terkait