Fakta dari Ahli: Laki-laki yang hobi Makan Daging Berisiko Mandul

Ilustrasi produk daging. (Istimewa)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Daging merupakan makanan yang memiliki sumber protein yang tinggi untuk kebutuhan tubuh. Sayangnya, ada sebuah penelitian yang pernah dilakukan menemukan jika laki-laki yang gemar sekali mangonsumsi daging tingkat kesuburannya sangat rendah alias mandul. 

Studi ini telah dilakukan oleh University of Worcester, menemukan diet tinggi protein menurunkan testosteron lelaki hingga 37 persen. Untuk rata-rata lelaki, ini akan menyebabkan testosteron rendah secara medis (hipogonadisme), kata para ahli.

Joe Whittaker yang memimpin penelitian ini sekaligus bergelar sebagai ahli gizi, mengungkapkan bahwa laki-laki dengan tingkat testosteron rendah menyebabkan jumlah sperma akan jadi lebih sedikit. Alhasil, jika jumlahnya saja sedikit, kesuburan lelaki juga ikut rendah.

"Dalam penelitian kami, diet tinggi protein menyebabkan testosteron rendah, jadi sangat mungkin mereka juga menyebabkan jumlah sperma rendah, yang akan mengurangi kesuburan lelaki." kata Whittaker seperti diwartakan oleh NY Post.

Testosteron rendah juga terkait dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer. Makalah, yang diterbitkan dalam jurnal akademik Nutrition and Health, menggambarkan efeknya sebagai "keracunan protein," yaitu ketika pemecahan protein menjadi amonia menjadi racun.

Tak hanya tingkat kesuburan, testosteron juga berpengaruh terhadap penyakit lainnya yang seperti jantung, diabetes, dan Alzheimer. 

Jurnal yang diterbitkan oleh akademik Nutrition and Health ini secara gamblang memberitahu jika hal ini bisa sebagai efek "keracunan protein" yaitu ketika pemecahan protein menjadi amonia menjadi racun.

Penjelasan mudahnya, jika tubuh sudah terlalu disibukan untuk memperbaiki keracunan protein berarti, efek samping dari hal tersebut tubuh akan menekan produksi testosteron.

"Ini akan memakan waktu satu sampai dua minggu untuk melihat tanda-tanda pertama keracunan protein seperti mual, diare, dan testosteron rendah (termasuk gejala terkait misalnya gairah seks rendah)." jelas Whittaker.

Dalam penelitian ini, Whittaker dan timnya mendapatkan 27 hasil penelitian yang melibatkan 309 lelaki. Ditemukan bahwa diet protein tinggi yang cenderung rendah karbohidrat sebagai kompromi secara konsisten mempengaruhi testosteron dan meningkatkan kortisol.

Diet tinggi protein adalah diet yang 35 persen kalorinya berasal dari protein, seperti daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan. Untuk seorang lelaki yang makan 2.500 kalori per hari, ini berarti mereka makan sekitar 865 kalori dalam protein.

Whittaker merekomendasikan untuk tetap berpegang pada batas protein di bawah 30 persen, atau 15 hingga 25 persen jika ingin memulai sebuah keluarga.

Baca Juga: Fakta dari Ahli: Laki-laki yang hobi Makan Daging Berisiko Mandul
Benarkah Makan Daging Bisa Bikin Panjang Umur? Berikut Penjelasan dari Ahli

“Kurangi alkohol, berhenti merokok, lakukan olahraga teratur, turunkan berat badan jika perlu, dan makan makanan yang kaya akan makanan utuh, tidak diproses, dan bergizi seperti daging, ikan, telur, buah, sayuran, kacang-kacangan dan polong-polongan." tuturnya.

“Hindari makanan olahan dan/atau manis seperti wabah.” tambahnya.

Makan protein sangat penting dan memiliki sejumlah manfaat, termasuk untuk memperbaiki otot dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Itu sebabnya sangat disukai oleh komunitas binaraga, serta mereka yang mencoba menurunkan berat badan.

Video Terkait