Keren, Ilmuwan Ini Ciptakan Jamur Rasa Daging yang Lezat dan Bergizi

Ilustrasi jamur. (Pixabay/Barbroforsberg)

Editor: Dera - Jumat, 2 September 2022 | 17:15 WIB

Para ilmuwan dari Nanyang Technological University Singapura (NTU Singapura) berhasil mengembangkan teknik untuk mengolah produk makanan berbasis jamur sebagai alternatif protein nabati yang lebih sehat, lebih enak, dan lebih hijau.

Budidaya produk pangan itu dilakukan dengan memanfaatkan kembali limbah makanan serta produk sampingan pertanian dan industri makanan-minuman seperti kulit kedelai, tangkai gandum, dan biji-bijian bekas pembuatan bir.

Diperkirakan secara global, sekitar 39 juta ton biji-bijian bekas dan 14 juta ton kulit kedelai dibuang ke tempat pembuangan sampah setiap tahunnya.

Direktur Program Ilmu dan Teknologi Pangan (FST) NTU, Profesor William Chen, yang memimpin pengembangan produk makanan itu, menjelaskan bahwa produk makanan berbasis jamur yang dikerjakan NTU menggunakan cara baru agar tidak membiarkan sisa produk pangan terbuang sia-sia.

“Mendaur ulang produk-produk ini untuk menumbuhkan jamur, sumber makanan yang akrab bagi konsumen Asia, adalah peluang untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan dalam rantai pasokan makanan, serta berpotensi meningkatkan alternatif protein non-hewani yang lebih sehat untuk memperkaya makanan,” ujarnya seperti dikutip EurekAlert.

Guna meningkatkan metode budidaya jamur, tim NTU bekerja sama dengan The FOODBOWL, bagian dari Jaringan Inovasi Makanan Selandia Baru. Kerja sama itu diharapkan dapat mengembangkan lebih banyak protein alternatif yang kaya nutrisi dengan memanfaatkan aliran limbah lokal.

Selain itu, FST NTU juga bekerja sama dengan perusahaan daging nabati asal Selandia Baru, Off-piste Provisions, untuk menerapkan teknologi budidaya jamur pada produk makanan.

Produk Daging Berbasis Jamur

CEO Off-Piste Provisions, Jade Gray, mengatakan bahwa pihaknya ingin bekerja sama dengan ilmuwan NTU untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan rintisan protein alternatif, yakni untuk meniru rasa, tekstur dan protein hit dari produk hewani.

“Kami yakin bahwa melalui kolaborasi dengan Prof Chen NTU, kami dapat membuat berbagai produk daging berbasis jamur di Selandia Baru yang akan memikat karnivora paling hardcore, mencentang semua kotak sadar kesehatan, dan menyediakan protein yang dibutuhkan untuk keseharian konsumen,” jelasnya.

Produk makanan yang dikembangkan NTU tersebut yang berbahan dasar jamur putih yang dapat dimakan (Agaricus bisporus), juga akan mengatasi beberapa kritik terhadap protein nabati. Produk jamur pada umumnya membutuhkan penyedap agar rasanya enak dan mengalami kekurangan beberapa nutrisi penting, seperti zat besi dan asam amino.

Produk makanan berbahan dasar jamur tersebut juga akan dapat lebih mudah diterima oleh konsumen karena sudah menyerupai daging, dibandingkan dengan protein nabati lainnya. Rasanya juga lebih seperti daging karena mengandung kadar asam amino, asam glutamat, dan asam aspartat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Keren, Ilmuwan Ini Ciptakan Jamur Rasa Daging yang Lezat dan Bergizi
Catat! Ini Sederet Daftar Makanan yang Mengandung Sumber Asam Amino Esensial

“Alam, dalam bentuk jamur, merupakan produk yang ampuh untuk membantu perusahaan mengurangi limbah dan berpotensi meningkatkan pola makan manusia. Namun, bahan pangan itu membutuhkan penelitian dan inovasi, yang dengan senang hati kami berikan, untuk menjembatani kesenjangan itu,” tambah Chen.

Para peneliti FST NTU berharap dapat mengembangkan produk mereka agar lebih ditingkatkan nutrisinya dan mengurangi limbah makanan. Mereka juga berharap untuk mengkomersialkan temuan mereka pada tahun 2024. 

Video Terkait