Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Tahu dan Tofu yang Jarang Diketahui

Ilustrasi perbedaan tahu dan tofu (Istimewa)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Kamis, 1 September 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Tahu dan tofu adalah panganan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Meski keduanya sama-sama berasal dari kacang kedelai, namun sebenarnya tahu dan tofu ini adalah makanan yang berbeda.

Pada dasarnya tofu adalah bahasa Inggris dari tahu. Namun, di Indonesia sendiri, penamaan tofu lebih digunakan untuk menyebutkan tahu yang berasal dari Jepang.

Sekilas, jika dilihat secara fisik makanan berprotein ini memang sangat mirip. Biar ga salah lagi, yuk sama-simak perbedaan keduanya, dalam pembahasannya berikut ini.

Intip perbedaan tahu dan tofu

1. Cara Pembuatan

Perbedaan pertama dari tahu dan tofu yaitu cara pembuatan dan penggunaan bahan penggumpal. Glucono Delta Lactone (GDL) adalah bahan penggumpal yang diberikan untuk tofu namun dengan konsentrasi sangat rendah berkisar 0,2-0,3 persen dari jumlah susu kedelai yang dipakai.

Selain itu, yang membedakan lainnya adalah curd atau hasil gumpalan tahunya pada tofu juga tidak dipisahkan dari cairannya seperti pada pembuatan tahu.

Sementara dalam pembuatan tahu, bahan penggumpalnya bisa menggunakan asam asetat, GDL atau kalsium sulfat atau cairan sisanya (whey). Whey adalah limbah cair dari pembuatan tahu sebelumnya.

Selain itu, ketika proses pembuatannya, adonan tahu diletakkan pada sebuah wadah. Kemudian, adonan tahu ditekan dengan pemberat agar kandungan air yang ada di dalamnya turun dan keluar. Oleh sebab itulah mengapa tahu terasa lebih padat dibanding tofu.

2. Tekstur dan Kandungan Air

Setelah mengetahui cara pembuatan pada tahu dan tofu, maka bisa disimpulkan jika tofu menghasilkan tekstur yang empuk, lembut, dan lunak. Tekstur yang lembut ini pulalah yang membuat tofu sering dikenal dengan nama tahu sutera.

Tofu juga memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sehingga teksturnya sangat licin dan lembut. Selain itu, tofu juga memiliki cita rasa yang cenderung lebih gurih dibandingkan tahu.

Sementara tahu, kandungan airnya telah dikeluarkan saat proses penekanan sebelumnya. Hal ini membuat tahu memiliki tekstur yang lebih padat.

3. Variasi

Secara umum, tahu yang dipasarkan di Indonesia ada 3 jenis, yaitu tahu putih, tahu kuning, dan tahu sumedang. Perbedaan ketiga jenis ini dari bahan yang digunakan sehingga menghasilkan tekstur tahu yang beragam pula. Meski begitu, secara garis besar, pembuatan ketiganya cederung hampir sama.

Sama seperti tahu, tofu juga memiliki tiga jenis yang biasanya sering ditemukan di supermarket. Adapun jenisnya yaitu momen tofu (tahu bertesktur seperti katun), kinu tofu (tahu bertekstur seperti sutra), dan tofu dengan berbagai rasa (rasa plain, rasa udang, dan rasa telur).

4. Cara Memasak

Jika dilihat dari teksturnya, tahu memiliki tekstur yang lebih kuat dan padat. Hal ini membuatnya menjadi mudah diolah dan tidak mudah pecah.

Bahkan jenis tahu putih dapat diolah menjadi tahu kulit untuk isian tahu isi dan tahu bakso, atau juga bisa dihancurkan untuk kemudian dicetak ulang seperti membuat tahu bulat dan tahu fantasi.

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Tahu dan Tofu yang Jarang Diketahui
Perajin Tahu dan Tempe di Kudus Mulai Cairkan Subsidi Harga Kedelai

Sedangkan tofu karena teksturnya lebih lembut, sehingga membutuhkan kehati-hatian penuh dalam pengolahannya. Namun umumnya tahu sutra kotak seperti momen tofu dan kinu tofu bisa langsung dimakan mentah.

Tofu juga bisa dipotong untuk menjadi isian dalam kuah seperti pada sup miso. Namun baru-baru ini ada jenis olahan tofu baru dengan cara digoreng, dan membutuhkan tindakan yang sangat hati-hati agar tidak hancue.

Video Terkait