Dinikmati Warga Indonesia, Kangkung Justru Dilarang Keras di AS

Ilustrasi sayuran kangkung. (Freepik)

Editor: Dera - Sabtu, 27 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Kangkung adalah satu sayuran yang paling banyak dan sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Hal ini juga dipengaruhi oleh mudahnya kangkung ditemukan disekitar kita. 

Kepopuleran kangkung di Tanah Air juga turut didukung oleh manfaat yang terkandung di dalamnya. Ya, selain rasanya yang enak dan renyah, kangkung juga berperan penting untuk kesehatan.

Namun hal ini ternyata tidak berlaku bagi masyarakat Amerika. Faktanya, negara adidaya ini justru melarang keras penjualan dan konsumsi kangkung. Sayuran yang sering diolah dengan cara ditumis ini, dianggap berbahaya di Amerika. Mereka menganggap kangkung bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. 

Kangkung Dilarang di Amerika

Dilansir dari worldcrops.org, kangkung dianggap berbahaya di Amerika Serikat. Di bawah wewenang Undang-Undang dari Federal Noxious Weed Act, Layanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Tanaman USDA (APHIS) melarang penjualan dan pembelian tanaman kangkung, kecuali mendapat izin yang dikeluarkan oleh USDA.

Kangkung berada dalam daftar gulma federal yang berbahaya. Hal ini dikarenakan gulma ini terbentuk dari air tawar di iklim tropis. Seperti yang diketahui, gulma adalah tanaman liar yang kehadirannya sebenarnya tidak diinginkan pada lahan pertanian. Pasalnya gulma bisa menurunkan kualitas dan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Sering kali kehadiran gulma ini menjadi hama pada tanaman lain. Dalam pertumbuhannya, kangkung memang membutuhkan lebih banyak air daripada kebanyakan tanaman lainnya. Oleh sebab itu dengan adanya peningkatan irigasi ini, dianggap menghilangkan nutrisi yang tersedia dan mengganggu kesuburan tanaman lain disekitarnya.

Baca Juga: Dinikmati Warga Indonesia, Kangkung Justru Dilarang Keras di AS
Viral Suami Kesal Makan Kangkung dan Tahu Tiap Hari Bikinan Istri, Warganet Soroti Hal Ini

Apalagi jenis sayuran ini tidak populer dan tidak dikenali secara nasional sebagai tanaman pangan legal. Dengan begitu tidak ada pestisida yang diberi label khusus untuk itu. 

Padahal tidak menggunakan pestisida pada tanaman adalah langkah yanh cukup baik. Selain itu, faktor lainnya adalah munculnya risiko keracunan pada tanaman kangkung sehingga dapat merugikan orang-orang  yang mengonsumsinya.


 

Video Terkait