Mahasiswa IPB Kembangkan Biskuit dari Pupa Ulat Sutera

Mori Biscuit buatan mahasiswa IPB University. (Ist)

Editor: M Kautsar - Senin, 22 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) IPB University mengembangkan produk biskuit MPASI yang diberi nama Mori Biscuit. Biskuit ini terbuat dari pupa ulat sutera (Bombyx mori).

Tim yang terdiri dari lima mahasiswa tersebut ingin membantu mengurangi stunting dan mengurangi risiko kekurangan protein pada anak melalui biskuit MPASI yang kaya protein dan bebas gluten. 

TIM PKM-K Mori Biscuit diketuai oleh Annisa Dwi Kusuma Hany, mahasiswa IPB University dari Departemen Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Anggota tim tersebut antara lain Muhammad Izzuddin (Teknologi Pangan), Luthfia Widyasari (Teknologi Hasil Peternakan), Az Zahra Andriend Mubarak (Teknologi Hasil Air), dan Asih Ashri Sholi (Teknologi Hasil Air).

Annisa mengatakan, saat ini masalah stunting di Indonesia masih menjadi ancaman serius yang dialami sebagian besar anak dalam masa pertumbuhannya. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia 2021, ditemukan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen. Artinya 5,33 juta balita di Indonesia berisiko mengalami stunting.

“Prevalensinya melebihi ambang batas yang ditetapkan WHO yaitu 20 persen, sehingga diperlukan tindakan pencegahan risiko stunting yang lebih serius,” kata Annisa, dikutip dari laman resmi kampus, Senin (22/8/2022). 

Annisa melanjutkan, produk Mori Biscuit memiliki beberapa keunggulan yang menjadi nilai tambah yaitu memiliki nilai gizi yang tinggi terutama protein yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting pada balita. Uniknya, katanya, salah satu bahan dasar Mori Biscuit adalah pupa ulat sutera.

“Kepompong ulat sutera diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berfungsi meningkatkan imunitas dan aktivitas komponen antitumor dan antioksidan,” kata Annisa.

Selain itu, kata dia, kandungan dalam biskuit ini juga mengandung 49-54 persen protein. Biskuit juga memiliki nilai kelengkapan asam amino dan daya cerna sempurna yang dibutuhkan oleh anak-anak. “Dengan pemanfaatan pupa ulat sutera sebagai bahan baku pembuatan produk, menjadikan produk ini sebagai produk berbasis zero waste,” kata Annisa.

Video Terkait