Demi Pajak, Pemerintah Jepang Dorong Kaum Muda Konsumsi Miras

Ilustrasi minuman keras. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Sariagri - Pemerintah Jepang mendapati kaum mudanya tidak cukup minum minuman keras (miras) atau alkohol. Sejak pandemi COVID-19, bar dan tempat lain yang menjual miras terpukul keras oleh pembatasan. Hal tersebut menyebabkan penjualan dan pendapatan pajak miras di Jepang anjlok. 

Mengutip CNN, Jumat (19/8/2022), Pemerintah Jepang meluncurkan kontes untuk mendorong kaum muda minum miras lebih banyak.
Kampanye "Sake Viva!" diawasi oleh Badan Pajak Nasional, mengundang peserta untuk mengajukan ide tentang bagaimana "merangsang permintaan minuman keras di kalangan anak muda."

"Pasar minuman beralkohol domestik menyusut karena perubahan demografis seperti penurunan angka kelahiran dan populasi yang menua, dan perubahan gaya hidup akibat dampak COVID-19," mengutip keterangan di situs web Pemerintah Jepang.

Dalam pengumuman tersebut, dijelaskan juga bahwa kompetisi tersebut bertujuan untuk "menarik generasi muda" untuk merevitalisasi industri minuman keras. 

Kontes ini mencakup ide-ide promosi untuk semua jenis alkohol Jepang, pendaftaran dibuka hingga 9 September. Finalis akan diundang ke konsultasi ahli pada Oktober, sebelum turnamen final pada November di Tokyo. Pemenang akan menerima dukungan untuk mengkomersialkan rencana mereka. 

Tetapi tidak semua orang setuju dengan kontes tersebut. Banyak warganet Jepang yang mengkritik kantor pajak. 

"Apakah kamu bercanda?" tulis salah satu pengguna Twitter. "Menjauh dari alkohol adalah hal yang baik!"

Warganet lainnya menunjukkan bahwa tampaknya tidak pantas bagi lembaga pemerintah untuk mendorong kaum muda mengonsumsi minuman keras. Kampanye tersebut dinilai tidak mempertimbangkan risiko kesehatan atau kepekaan terhadap orang yang berurusan dengan alkoholisme.

Baca Juga: Demi Pajak, Pemerintah Jepang Dorong Kaum Muda Konsumsi Miras
Serba Serbi Ransum, Bekal Para Tentara Indonesia Saat di Medan Perang

Kementerian Kesehatan Jepang di masa lalu telah memperingatkan bahaya minum minuman keras berlebihan. Dalam sebuah unggahan di situs webnya tahun lalu, ia menyebut konsumsi alkohol yang berlebihan sebagai "masalah sosial utama" yang bertahan meskipun ada penurunan konsumsi baru-baru ini.

Dalam unggahan tersebut, Kementerian Kesehatan Jepang mendesak orang-orang yang memiliki kebiasaan minum minuman keras yang tidak sehat untuk "mempertimbangkan kembali" hubungan mereka dengan alkohol. 

Video Terkait