Gelar Kompetisi, Generasi Muda Ditantang Memperkuat Ketahanan Pangan

Juara Business Case Competition (BCC) 2022 yang diadakan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA).

Editor: Yoyok - Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (Kafegama) menginisiasi kompetisi memecahkan masalah bisnis atau Business Case Competition (BCC). Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini mengajak generasi muda menciptakan inovasi di sektor agrobisnis. 

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, mengatakan bahwa selain untuk menstimulasi hadirnya inovasi di sektor agribisnis, kegiatan BCC 2022 juga mampu menjadi batu loncatan bagi generasi muda dalam mewujudkan mimpi untuk membangun negeri yang lebih baik lagi. 

“Kompetisi BCC ini memberikan gambaran yg riil tentang tantangan bisnis di bidang agroindustri ke depan yang tidak mudah dan juga melihat ekonomi makro saat ini, sehingga diperlukan inovasi-inovasi baru dari para generasi muda agar Indonesia siap menghadapi tantangan ke depan,” katanya saat menghadiri Grand Final BCC 2022, akhir pekan lalu.  

Rahmad menambahkan semua pihak, termasuk generasi muda, harus berkolaborasi untuk menguatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani  serta menciptakan sustainable agribusiness dan memperkokoh perekonomian. 

Setelah melakukan pembukaan pada Juni 2022 lalu, BCC 2022 telah melahirkan berbagai inovasi agrobisnis dari ratusan mahasiswa yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Berbagai inovasi yang diusulkan, di antaranya penerapan Carbon Capture Storage (CCS) untuk menekan jumlah emisi karbon yang timbul sebagai bentuk respon terhadap market shifting dan membentuk circular economy dari Institut Sepuluh Nopember (ITS); gamifikasi online berbasis aplikasi yang mendorong pengguna untuk menurunkan emisi karbon dengan menanam pohon virtual saat pengguna terlibat dalam aktivitas pertanian yang dapat mengurangi emisi karbon, dari Universitas Gadjah Mada (UGM); dan konsep CCS yang perlu diimbangi dengan optimalisasi pemerintah secara konstitusi dan implementasi penggunaan energi bersih pada masyarakat secara berkelanjutan, guna tercapainya SDGs (good health & well being, clean energy, dan perubahan iklim) dari tim Universitas Indonesia (UI) .

Sementara itu, di level mahasiswa magister, tim UI menyampaikan inovasi berupa Top Management Commitment (TMC) untuk mengurangi emisi karbon, yang mengkaji cost structure, transisi bertahap ke energi yang terbarukan hingga circular economy sebagai peningkatan nilai tambah perusahaan. Selain itu, tim UGM yang menyampaikan inovasi dalam mengurangi emisi karbon berupa jangka pendek dengan menjalankan AFOLU (Agriculture, Forestry and Other Land Use) dan Pendanaan CCS sebagai solusi jangka panjang.  Pemaparan inovasi pada Grand Final BCC 2022 ditutup oleh tim kedua dari UI dengan CCS sebagai strategi dekarbonisasi untuk jangka panjang dengan pertimbangan kebutuhan investasi yang besar dan perencanaan desain yang matang.

Grand Final BCC 2022 juga mengajak anak muda untuk dapat berperan lebih aktif dalam pertanian nasional. Melalui tema Smart Farming to Improve Agricultural Productivity & Sustainability, BCC menghadirkan berbagai topik yang menjadi kunci produktivitas pertanian nasional, mulai dari regenerasi petani, hingga revolusi 4.0 industri pertanian. 

Baca Juga: Gelar Kompetisi, Generasi Muda Ditantang Memperkuat Ketahanan Pangan
Atasi Krisi Iklim, Koki Ini Jadikan Biji Lamun sebagai Solusi Ketahanan Pangan

Kompetisi diikuti oleh 118 tim dari tingkat S1 dan 41 tim dari tingkat S2 yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta Indonesia. Pada kategori tingkatan S1, BCC 2022 berhasil mencetak UGM sebagai juara 1, diikuti dengan UI sebagai juara 2, dan juara 3 dari ITS. Selanjutnya BCC 2022 juga mengumumkan pemenang pada kategori tingkatan S2 yang juara 1 berhasil diduduki oleh UGM, diikuti dengan posisi juara 2  dan 3 oleh UI dari 2 tim yang berbeda. 

Penghargaan juga diberikan kepada peserta yang mampu menyampaikan materi dengan baik dan lugas dalam kategori Best Speaker yang pada tingkatan S1 dinobatkan kepada Gery Neville (UGM) dan S2 kepada Nurindah Mayaningrum (UGM).

Video Terkait