Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Indofood: Jangan Takuti Rakyat

Ilustrasi mi instan. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Baru-baru ini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan pernyataan bahwa harga mie instan akan naik tiga lipat dalam satu bulan mendatang. Dasarnya, pasokan gandum sebagai bahan baku mie instan (terigu), mulai menipis akibat dampak dari konflik Rusia-Ukraina.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franky Welirang menepis adanya kenaikan pada harga mi instan.

"Saya kira itu berlebihan terkait hal itu (kenaikan harga mi instan 3 kali lipat). Lah harga gandum sudah tertinggi hari ini, harga terigu juga sudah tertinggi," papar Franky.

Meski ia tidak menampik ada kemungkinan harga mie instan akan tetap naik, namun tidak sampai tiga lipat.

"Jadi industri terigu nasional kita itu tahu bagaimana menangani risk management terkait gandum itu. Saya kira nggak perlu ditakut-takuti lah rakyat ya (terkait harga mi instan)," tuturnya.

Sebelumnya, Mentan Syahrul mengungkapkan ada 180 juta ton gandum yang tidak bisa keluar imbas adanya perang ini. Belum lagi dengan adanya perubahan iklim yang menjadi momok para petani.

Baca Juga: Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Indofood: Jangan Takuti Rakyat
Gara-gara Ini Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

"Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan perang Ukraina-Rusia, di mana ada 180 juta ton gandum tidak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3 kali lipat," katanya dalam webinar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Mentan Syahrul mengakui bahwa pada saat ini stok gandum Indonesia masih tergantung pada impor. Di Indonesia, ia menyebut ada gandum, tapi memiliki harga yang tinggi sehingga selama ini mengharuskan untuk impor.

“Ada gandum tapi harganya mahal banget. Sementara kita impor terus," pungkasnya.

Video Terkait