Jaga Stabilitas Harga Pangan, Malaysia Bakal 'Jihad' Lawan Tengkulak

Ilustrasi padi. (Foto: Unsplash)

Editor: Dera - Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, mengumumkan tambahan dana RM200 juta (sekitar Rp670 miliar) untuk skema pembiayaan murah yang bertujuan meningkatkan produksi pangan negara.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia telah mengalokasikan RM800 juta (sekitar Rp2,6 triliun) ke dalam Dana Pembiayaan Agrofood Keluarga Malaysia (DPAKM).

Dengan adanya penambahan anggaran, komunitas pertanian pangan lokal akan dapat memanfaatkan dana senilai RM1 miliar atau sekitar Rp3,3 triliun.

“Menyusul tanggapan yang luar biasa, pemerintah setuju menambah RM200 juta dalam dana pembiayaan murah untuk menjadikannya RM1 miliar demi kepentingan seluruh komunitas pertanian pangan kami,” jelas Ismail Sabri dalam pidatonya saat meluncurkan Pameran Pertanian, Hortikultura & Agrowisata Malaysia 2022, Sabtu (6/8).

Jihad Lawan Tengkulak

Melansir Malay Mail, Ismail Sabri juga meminta Kementerian Pertanian agar melanjutkan “jihad” terhadap tengkulak yang dia sebut menjadi penyebab mahalnya harga barang di Malaysia saat ini.

Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk melawan para perantara yang mengganggu pengendalian harga dalam upaya memastikan stabilitas pasokan pangan dengan cara yang terjangkau bagi konsumen.

“Saya pernah mendeklarasikan 'jihad melawan tengkulak' pada tahun 2014 ketika saya memimpin Kementerian Pertanian dan Industri Agro, karena tindakan tengkulak yang mengeksploitasi petani dan nelayan dengan memanipulasi harga di pasar,” jelasnya.

Ismail Sabri menegaskan jihad itu perlu dilanjutkan oleh Kementerian Pertanian melalui strategi pengendalian rantai pasok bekerja sama dengan instansi-instansi di bawahnya seperti mendirikan pusat pembelian gabah, pusat pengumpulan buah, serta penambahan pasar tani dan pasar nelayan.

Perdana Menteri Malaysia memastikan pemerintahnya memandang serius ketahanan pangan di dalam negeri dan menjadikan sektor pangan pertanian sebagai prioritas dalam Rencana Malaysia ke-12.

Ia menambahkan, sektor agro-pangan diperkirakan tumbuh 4,5 persen per tahun, sehingga menjadi penyumbang ekonomi utama.

Kita perlu bergerak mengikuti tren terkini yang menekankan pada keamanan pangan, jaminan pasokan pangan, gizi dan juga ketahanan dalam sistem pangan negara, katanya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem ketahanan pangan nasional, Ismail Sabri mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Urusan Pangan akan memperkenalkan Skema Asuransi Takaful Agrofood yang melibatkan seluruh sektor agrofood.

Sebagai permulaan, subsektor padi dan beras telah dipilih sebagai proyek percontohan yang akan memberi manfaat kepada total 189.500 petani padi, sebelum diperluas secara bertahap ke sektor lain seperti perikanan, tanaman pangan, dan subsektor industri pangan lainnya.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Pangan, Malaysia Bakal 'Jihad' Lawan Tengkulak
Harga Pangan Naik, DPR: Pemerintah Harus Jamin Kesejahteraan Petani

Petani padi dipastikan mendapat ganti rugi atau ganti yang sepadan jika terjadi gangguan pada proses produksi mereka akibat bencana alam atau wabah penyakit.

Skema itu bertujuan untuk mengurangi implikasi finansial dari kehilangan hasil panen akibat bencana alam seperti banjir dan kekeringan serta wabah penyakit,” terangnya. 

Video Terkait