Stok Gandum Hanya Cukup Sampai Oktober, RI Gencar Kembangkan Sorgum

Ilustrasi sorgum (Pixabay)

Editor: Dera - Minggu, 7 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stok gandum dalam negeri hanya cukup sampai bulan September-Oktober 2022. 

Seperti diketahui, pasokan gandum global berkurang akibat perang Rusia-ukraina yang menghambat proses ekspor impor. Selain itu, sejumlah negara di dunia juga sudah mulai menyetop ekspor gandum demi mengamankan kebutuhan nasional mereka.

"Terkait gandum, kita butuh 11,8 juta ton dan ini hampir seluruh industri sudah persiapkan sampai dengan relatif aman di bulan September sampai Oktober 2022,” kata Airlangga dalam keterangannya persnya di Kantor Kemnterian Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/8).

Sebagai negara pengimpor gandum, Indonesia pun berusaha melakukan diversifikasi gandum dengan pengembangan prototipe sorgum dan cassava yang dapat menghasilkan tepung sebagaimana gandum.

“Kemarin baru dibahas dalam rapat internal yaitu persiapan pengembangan sorgum dalam bentuk prototipe di daerah Waingapu, Nusa Tenggara Timur,” ungkap Airlangga.

Kebutuhan Pangan Nasional

Namun, Menko Airlangga memastikan kebutuhan pangan masyarakat aman sampai akhir 2022 sehingga inflasi dapat terkendali.

“Bagi pemerintah, untuk menjaga inflasi, pemerintah menjaga keterjangkauan pangan, salah satunya tentu dengan menggunakan jaring pengaman sosial yang bisa dianggarkan di daerah," kata Airlangga.

Ia memastikan stok beras aman sampai akhir tahun dan diperkirakan akan terdapat 7 juta ton beras di akhir tahun 2022.

“Produksi jagung kadar air 14 persen bisa mencapai 18 juta ton sehingga tahun ini kita relatif tidak banyak mengimpor jagung untuk pakan. Kebutuhan pakan diperkirakan capai sekitar 14 juta ton,” kata Airlangga.

Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, pemerintah juga mengintensifkan produksi jagung yang diharapkan dapat meningkat menjadi 12 hingga 13 ton per hektar dari 5 sampai 6 ton per hektar dengan pengembangan pembibitan.

Baca Juga: Stok Gandum Hanya Cukup Sampai Oktober, RI Gencar Kembangkan Sorgum
Sepakat Buka Pelabuhan untuk Ekspor Gandum, Akankah Rusia-Ukraina Damai?

“Jadi dengan luas lahan yang sama, produksi bisa meningkat dua kali lipat, ini langkah-langkah menjaga inflasi pangan,” katanya.

Komoditas lain yang diimpor seperti daging, gula, dan kedelai juga dipastikan aman karena tidak mengalami kendala pengiriman.

Video Terkait