Kisah Penjual Tempe Sukses di Australia, Pembeli Rela Antre di Cuaca Dingin

Ilustrasi tempe. (Foto Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Reza P - Sabtu, 6 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Siapa sangka jika tempe yang menjadi salah satu makan favorit masyrakat Indonesia kini kian populer di Australia. Bahkan, tempe bagi kaum vegetarian bisa menjadi alternatif pengganti daging.

Melansir dari Dailytelegraph, di stan milik pasangan Sugeng dan Sinta Santoso yang berasal dari Malang ini terlihat puluhan warga Australia mengantre untuk membeli tempe mendoan yang masih hangat. Jelas sangat pas untuk dinikmati dengan cuaca Melbourne yang dingin pagi itu.

Dua di antara puluhan pembeli ini adalah Sue dan Clare Hedges yang membeli sembilan buah tempe goreng untuk dibagikan kepada keluarganya di rumah.

"Kami suka sekali dan itulah mengapa kami mau datang pagi-pagi ke pasar ini untuk membelinya, Tempe ini mengenyangkan, dan apalagi karena digoreng, rasanya makin enak." kata Clare.

Sugeng dan Sinta Santoso mendirikan stan lengkap dengan kompor dan alat penggorengan di pasar bernama Veg Out St Kilda Farmer's Market di Pantai St Kilda.

Sebagai pembuat dan penjual tempe, Sinta Santoso mengaku pernah merasakan kesulitan menjual tempe saat ia baru memulai bisnisnya 15 tahun lalu.

"Pertama kita buka sangat merepotkan karena orang selalu tanya tempe itu apa dan kita seharian mengulang terus, mengedukasi publik tentang bagaimana tempe dibuat, bedanya tempe dan tahu," kata Sinta.

Baca Juga: Kisah Penjual Tempe Sukses di Australia, Pembeli Rela Antre di Cuaca Dingin
Restoran Halal Batavia di Hanoi Sejarah di Balik Hubungan Indonesia-Vietnam

Menurut perempuan asal Malang ini, tempe juga diminati warga Australia karena banyak orang di sana yang menjadi vegetarian.

"Beberapa tahun terakhir jumlah vegetarian meningkat di Australia dan global. Tempe itu tepat sekali untuk menjadi sustainable food atau makanan berkelanjutan, karena tempe natural, tidak pakai bahan kimia dan difermentasi," pungkasnya.

Video Terkait