Menlu Retno: Kemitraan Asean-Cina Jalin Kerja Sama Atasi Ketahanan Pangan

Petani padi di Lebak, Banten genjot produksi pangan. (Antara)

Editor: M Kautsar - Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak kemitraan Asean dan Cina untuk berkontribusi terhadap tantangan dunia saat ini. Kontribusi ini bertujuan untuk memberi menjaga perdamaian, stabilitas, kemakmuran untuk kawasan dan rakyat.

Untuk itu, Retno mengajak Kemitraan Asean-Cina untuk berkontribusi memperkuat ketahanan pangan. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dalam jangka pende memastikan rantai pasok makanan. 

“Untuk jangka panjang, memperkuat ketahanan pangan kawasan melalui pendirian regional Food Emergency Mechanism, investasi untuk inovasi pertanian, dan pengembangan strategi keamanan pangan,” kata Retno, dalam keterangan resminya, Jumat (5/8/2022).

Cara kedua, kata Retno, Asean dan Cina harus bekerja lebih keras agar dapat berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan. Retno mengatakan, bahwa Indonesia sangat mengkhawatirkan terus meningkatnya rivalitas diantara kekuatan besar.

Menurut Retno, jika rivalitas itu tidak dikelola dengan baik, maka akan dapat berujung pada konflik terbuka yang sudah dapat dipastikan perdamaian dan stabilitas, termasuk di Taiwan Strait. 

Indonesia sampaikan penghormatan terhadap prinsip “One China Policy", sebagaimana juga disampaikan oleh negara anggota ASEAN lainnya. Retno mendorong agar semua pihak menahan diri tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi. 

Retno sampaikan bahwa saat ini dunia memerlukan kearifan (wisdom) dan tanggung jawab (responsibilities) agar perdamaian dan stabilitas terjaga.

Bicara mengenai perdamaian dan stabilitas, dua hal yang ditekankan oleh Menlu Retno adalah pentingnya menjaga trust, dimana Indonesia menekankan pentingnya Cina menjadi bagian dari kerja sama konkrit pelaksanaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific

Dalam pertemuan diadopsi Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif Asean-Cina yang antara lain berisi aksi untuk menindaklanjuti Asean Outlook on the Indo-Pacific bersama Cina.

Video Terkait