Harga Kedelai Menguat, Cuaca Panas Ancam Produksi Pangan Amerika

Komoditas kedelai. (Piqsels)

Editor: Yoyok - Senin, 1 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Harga kedelai berjangka Chicago menguat untuk sesi ketujuh beruntun pada Senin (1/8), diperdagangkan mendekati level tertinggi minggu sebelumnya sejak akhir Juni, dengan perkiraan cuaca panas dan kering di beberapa bagian Midwest Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran atas pasokan.

Sedangkan harga gandum naik menutupi kerugian sesi sebelumnya, sementara harga jagung sebagian besar mendatar.

Reuters pada pukul 07.30 WIB melaporkan harga kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,5 persen menjadi 1.476,25 dolar AS per bushel, tidak jauh dari level tertinggi empat minggu, di 1.489 dolar AS per bushel, Jumat lalu.

Sementara, gandum berjangka melonjak 1,3 persen menjadi 818,25 dolar AS per bushel, sedangkan jagung turun setengah sen menjadi 619,50 dolar AS per bushel.

Meski baru-baru ini hujan mengguyur dan suhu di bawah normal di seluruh bagian Midwest AS, prakiraan menunjukkan cuaca panas dan kering pada awal Agustus, meningkatkan kekhawatiran bagi tanaman kedelai selama pengembangan polong, serta untuk jagung.

Eksportir AS melaporkan penjualan 132.000 ton kedelai untuk pengiriman ke tujuan yang tidak diketahui selama tahun pemasaran 2022/2023, ungkap Departemen Pertanian Amerika (USDA), Jumat.

Kondisi tanaman jagung Prancis memburuk tajam selama dua minggu berturut-turut, data dari kantor pertanian France AgriMer menunjukkan, sebagai pertanda bahwa cuaca kering di produsen jagung terbesar di Uni Eropa itu mulai berdampak.

Diperkirakan 68 persen tanaman jagung berada dalam kondisi baik atau sangat baik pada pekan yang berakhir 25 Juli, turun dari 75 persen minggu sebelumnya, 83 persen pada pekan yang berakhir 11 Juli dan 84 persen pada minggu hingga 4 Juli, tutur France griMer.

Baca Juga: Harga Kedelai Menguat, Cuaca Panas Ancam Produksi Pangan Amerika
Harga Gandum Melonjak di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Laut Hitam

Pasar gandum terfokus pada ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam.

Presiden Ukraina mengunjungi pelabuhan Laut Hitam, Jumat, untuk menunjukkan bahwa negaranya siap memulai ekspor biji-bijian di bawah kesepakatan yang ditengahi PBB yang bertujuan untuk mengurangi kekurangan pangan global, dan mengatakan bahwa Kyiv sedang menunggu sinyal bagi pengiriman pertama.

Dalam perjalanan dari Kyiv sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengecam blokade Laut Hitam Rusia yang mencegah Ukraina mengekspor biji-bijian, yang berkontribusi pada kenaikan tajam harga biji-bijian global.

Regulator sekuritas China menyetujui perdagangan opsi kedelai dan minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange.

Video Terkait