Kekeringan di Italia Ancam Pasokan Beras Risoto, Minyak Zaitun dan Tomat

Ilustrasi suhu panas. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Rabu, 13 Juli 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Pasokan minyak zaitun, beras risotto, dan pure tomat di Italia terancam menipis. Hal tersebut dikarenakan Italia utara mengalami kekeringan terburuk dalam 70 tahun, memicu krisis biaya hidup lebih lanjut.

Mengutip The Guardian, Rabu (13/7/2022), pihak importir sedang mempersiapkan kenaikan harga sebanyak 50 persen atau lebih untuk beras dan tomat. Selan itu, mereka juga mempertimbangkan untuk mencari sumber pasokan baru.

Cuaca panas dan kering juga melanda Spanyol. Diperkirakan cuaca panas tersebut akan mengurangi panen zaitun hingga 15 persen.

Petani di lembah Sungai Po, asal beras arborio yang digunakan dalam risotto, memperingatkan akan adanya peningkatan harga yang signifikan dalam hasil panen tahun ini. Cuaca ekstrem membuat hasil panen menurun.

Analis di kelompok riset pasar Mintec, Kyle Holland, mengatakan beberapa sumber pasar memperkirakan produksi minyak zaitun Italia bisa turun antara 20 persen dan 30 persen dari tahun lalu.

“Kami melihat beberapa pohon zaitun tidak menghasilkan buah, yang hanya terjadi ketika tingkat kelembaban tanah sangat rendah,” kata Holland.

“Menurut kontak industri, produksi yang rendah membuat pasokan minyak zaitun terbatas. Keadaan itu kemungkinan akan menyebabkan harga meningkat dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.

Walter Zanre, direktur pelaksana spesialis minyak zaitun Inggris, mengatakan bahwa panen zaitun akan berkurang secara dramatis jika hujan tidak kunjung turun. Dia menambahkan bahwa kekeringan juga kemungkinan akan mengurangi panen aprikot, persik, dan pir.

Harga minyak zaitun extra virgin Italia sudah naik 28 persen dari dua tahun lalu, menurut Mintec. Pasokan global minyak goreng tertekan akibat perang di Ukraina, produsen utama biji bunga matahari. Pembatasan ekspor kelapa sawit dari Asia Tenggara juga membuat harga minyak goreng semakin tinggi.

Jason Bull, kepala eksekutif Eurostar Commodities asal Inggris yang mengimpor beras dan tomat dari Italia, mengatakan dia kemungkinan harus mencari stok di tempat lain.

“Saya rasa kita tidak akan mendapatkan banyak barang dari Italia dan apa yang akan kita dapatkan akan sangat mahal,” katanya.

Tomat diperkirakan akan dipanen dalam dua minggu ke depan, lebih awal dari biasanya karena cuaca panas. Harganya diperkirakan akan naik untuk panen terakhir. Harga beras diperkirakan akan naik setidaknya 20 persen untuk panen yang dipanen pada Oktober.

Baca Juga: Kekeringan di Italia Ancam Pasokan Beras Risoto, Minyak Zaitun dan Tomat
Rutin Minum Satu Sendok Minyak Zaitun Ternyata Bisa Cegah Penyakit Jantung

Italia mengumumkan keadaan darurat di lima wilayah utara dan mengumumkan dana darurat atas kekeringan yang memburuk di Sungai Po. Serikat pertanian terbesar Italia, Coldiretti, mengatakan kekeringan mengancam lebih dari 30 persen produksi pertanian negara itu.

Bagian utara negara itu tidak terbiasa dengan kondisi kekeringan sehingga tidak memiliki sistem irigasi. Berbeda dengan petani daerah selatan yang terbiasa mengatasi cuaca kering dengan sistem irigasi.

Video Terkait