Badan Karantina Pertanian Surabaya Dukung Petani Ekspor Porang ke Cina

Ilustrasi porang. (Dok.kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 11 Juli 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Badan Karantina Pertanian (Barantan) Surabaya, Jawa Timur mendukung petani porang untuk melakukan ekspor komoditas andalan itu. Dukungan diberikan seiring dengan dibukanya kembali keran pengiriman porang ke negara tujuan Cina.

"Kami sangat mendukung petani porang di wilayah Jawa Timur dalam melakukan ekspor. Apalagi petani yang masih berusia muda," ujar Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sukarsih melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Madiun, Senin.

Menurut dia, dukungan ekspor porang diwujudkan dengan memberikan jaminan kesehatan atas proses tindakan karantina dengan menerbitkan "Phytosanitary Certificate" terhadap serpih porang kering. Hal itu untuk memastikan komoditas itu bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan memenuhi persyaratan keamanan pangan sesuai persyaratan negara tujuan.

Persyaratan itu di antaranya kebun yang sudah diregistrasi dinas terkait, registrasi rumah kemas atau "packing house" oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), registrasi instalasi karantina tumbuhan (IKT) oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan), dan persyaratan teknis lainnya sebagaimana diatur dalam protokol baru untuk persyaratan ekspor ke Cina.

Selain itu, Karantina Pertanian Surabaya juga memberikan kemudahan terutama dalam hal bimbingan teknis persyaratan negara tujuan dan percepatan sertifikasi (Phytosanitary Certificate).

Sebelumnya, ekspor serpih porang kering pernah mendapatkan penolakan dari Cina per 1 Juni 2020. Setelah menyepakati protokol baru, ekspor porang tujuan negara itu kembali dibuka.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian dan Pemerintah Cina dalam hal ini The General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) telah menyepakati protokol tentang persyaratan inspeksi dan karantina untuk ekspor serpih porang kering dari Indonesia ke Cina antara Kementerian Pertanian RI dengan Administrasi Umum Bea Cukai Republik Rakyat Tiongkok pada 28 November 2021.

Hasilnya, baru-baru ini, Kementan melalui Karantina Pertanian Surabaya kembali melakukan pelepasan ekspor serpih porang kering tujuan China sebanyak 150 ton atau setara dengan total nilai Rp4,5 miliar yang dilakukan oleh PT Asia Prima Konjac (PT APK).

PT APK di Madiun merupakan salah satu eksportir serpih porang kering. Perusahaan ini telah mendapat registrasi dari Cina karena sudah memenuhi semua persyaratan administratif dan teknis yang dipersyaratkan.

Secara terpisah, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Barantan, M. Adnan mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pendampingan kepada pelaku usaha ekspor porang di Jawa Timur, untuk mendapatkan pengakuan dari Cina.

"Ini merupakan salah satu kepercayaan yang diberikan oleh pihak GACC kepada kita, sehingga serpih porang kering asal Madiun ini bisa kembali diekspor. Mari kita sama – sama menjaga kepercayaan ini dengan menjaga kualitas dan mutu porang yang diekspor dan tetap menerapkan prosedur yang sudah dipersyaratkan oleh China," kata Adnan.

Baca Juga: Badan Karantina Pertanian Surabaya Dukung Petani Ekspor Porang ke Cina
Menanam Bibit Porang dengan 6 Langkah Berikut



Hal ini, lanjut dia, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memastikan keamanan pangan dan jaminan mutu komoditas pertanian yang akan diekspor sesuai persyaratan negara tujuan.

"Porang menjadi komoditas pilihan dan andalan bagi Indonesia. Ke depan, diharapkan semakin bertambah ragam komoditas baru dan negara tujuan baru lainnya yang dapat bersaing ke pasar mancanegara," pungkasnya.

Video Terkait